
Di era modern ini, kesadaran akan pentingnya keamanan dan kualitas makanan semakin meningkat. Salah satu aspek yang menjadi perhatian utama adalah kemasan produk makanan.
Kemasan bukan hanya berfungsi sebagai pelindung fisik, tapi juga sebagai perisai yang menjaga kandungan nutrisi, rasa, dan kebersihan makanan dari berbagai kontaminasi.
Namun, tidak semua kemasan dibuat sama. Pemilihan bahan kemasan yang tepat sangat menentukan keamanan produk yang kita konsumsi.
Artikel ini akan membahas alasan mengapa kemasan makanan harus diperhatikan dengan serius dan mengulas jenis material kemasan yang aman untuk menjaga kualitas sekaligus kesehatan konsumen. Yuk Eksporior, simak artikel berikut!
Mengapa Kemasan Makanan Penting untuk Diperhatikan?
Kemasan makanan memegang peranan penting dalam rantai makanan mulai dari produksi, penyimpanan, hingga sampai ke tangan konsumen. Fungsinya tidak hanya soal penampilan, tetapi benar-benar menyangkut keamanan dan kualitas produk.
- Melindungi produk dari kontaminasi
Kemasan yang tertutup rapat dapat mencegah masuknya bakteri, debu, maupun mikroorganisme lain yang berpotensi menimbulkan penyakit. Tanpa perlindungan yang baik, makanan bisa cepat terkontaminasi dan berbahaya bagi kesehatan. - Menjaga kesegaran dan mutu produk
Udara, cahaya, dan kelembapan bisa mempercepat kerusakan makanan. Dengan kemasan yang tepat, kualitas, rasa, serta aroma makanan tetap terjaga sehingga konsumen mendapatkan produk dengan mutu terbaik. - Memperpanjang masa simpan
Kemasan yang baik memungkinkan makanan bertahan lebih lama. Hal ini sangat membantu produsen untuk mengurangi risiko kerugian karena produk cepat rusak, sekaligus mengurangi pemborosan di pihak konsumen. - Memudahkan distribusi dan penyimpanan
Produk yang dikemas dengan baik lebih aman ketika didistribusikan dalam jumlah besar. Kemasan yang kuat juga membuat produk mudah disusun, ditata, dan disimpan, baik di gudang maupun di rak penjualan.
Jika kemasan makanan tidak diperhatikan, risikonya bisa serius: produk cepat rusak, kualitas turun, bahkan dapat menimbulkan masalah kesehatan akibat bahan berbahaya yang masuk ke dalam makanan.
Material Kemasan yang Aman untuk Makanan
Pemilihan bahan kemasan menentukan tingkat keamanan makanan. Ada berbagai pilihan material yang digunakan dalam industri makanan, namun tidak semuanya cocok untuk semua produk. Berikut beberapa jenis material yang umum digunakan dan dianggap aman:
1. Plastik Food Grade
Plastik food grade dibuat khusus agar tidak melepaskan zat berbahaya ke dalam makanan. Jenis plastik ini ringan, fleksibel, tahan air, dan mudah dibentuk.
Cocok untuk berbagai produk, mulai dari minuman, makanan kering, hingga bumbu masakan. Namun, penggunaannya harus dibatasi untuk makanan bersuhu tinggi atau penyimpanan jangka panjang. Contoh plastik food grade adalah PET, HDPE, dan PP.
2. Kaca
Kaca adalah material yang tidak bereaksi dengan makanan (inert) sehingga sangat aman. Keunggulannya, kaca tidak menyerap bau dan rasa, transparan sehingga isi terlihat jelas, serta bisa didaur ulang.
Kelemahannya adalah berat dan rentan pecah, sehingga kurang praktis untuk distribusi dalam jumlah besar. Namun, untuk produk premium seperti madu, saus, atau minuman, kaca masih menjadi pilihan utama.
3. Aluminium Foil
Aluminium foil mampu melindungi makanan dari cahaya, udara, dan kelembapan. Karena sifat penghalangnya yang sangat baik, bahan ini sering dipakai untuk produk yang mudah rusak seperti cokelat, kopi, susu bubuk, hingga makanan siap saji. Aluminium juga fleksibel dan terjangkau, meski biasanya dipadukan dengan bahan lain agar lebih kuat.
4. Kemasan Biodegradable dan Compostable
Seiring meningkatnya kesadaran lingkungan, kemasan ramah lingkungan semakin diminati. Terbuat dari bahan alami seperti singkong, jagung, atau serat kertas, kemasan ini aman digunakan sekaligus tidak mencemari lingkungan karena mudah terurai.
Tantangannya, bahan ini harus tetap memenuhi standar keamanan makanan dan diuji ketahanannya terhadap udara atau kelembapan.
5. Kertas dan Karton Dilapisi
Kertas food grade atau karton berlapis plastik tipis sering digunakan untuk kemasan makanan kering. Lapisan plastik tipis berfungsi menahan kelembapan agar makanan tetap renyah dan tidak mudah rusak. Contohnya bisa ditemukan pada kemasan kopi bubuk, snack, hingga kue kering.
Standar Keamanan Kemasan
Tidak cukup hanya memilih bahan, kemasan makanan juga harus lolos uji keamanan. Di Indonesia, pengawasan dilakukan oleh BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan), sementara di dunia internasional ada standar dari FDA (Amerika Serikat) dan EFSA (Uni Eropa).
Standar keamanan ini mencakup:
- Uji migrasi zat: memastikan bahan kimia dari kemasan tidak berpindah ke makanan.
- Toksisitas bahan: memastikan tidak ada efek berbahaya bagi kesehatan.
- Kelayakan penggunaan: apakah bahan sesuai untuk makanan panas, berminyak, berair, atau kering.
Dengan adanya standar ini, konsumen bisa lebih tenang mengonsumsi makanan yang sudah dikemas dengan benar.
Tingkatkan Kepercayaan Konsumen dengan Sertifikasi Halal Sekarang!
Kemasan makanan bukan sekadar pelengkap, melainkan faktor utama dalam menjaga mutu dan keamanan produk. Dengan kemasan yang tepat, makanan terlindungi dari kontaminasi, kesegaran tetap terjaga, masa simpan lebih panjang, dan distribusi menjadi lebih mudah.
Selain memilih bahan kemasan yang aman seperti plastik food grade, kaca, aluminium foil, kertas berlapis, atau kemasan biodegradable, produsen juga perlu memastikan adanya sertifikasi halal.
Sertifikasi halal penting bukan hanya untuk menjamin aspek keagamaan, tetapi juga sebagai bukti kebersihan dan keamanan produk sehingga lebih dipercaya konsumen.
Bagi para pelaku usaha, sudah saatnya mengurus sertifikasi halal agar produk semakin berkualitas, aman, dan memiliki daya saing tinggi di pasar.
Yuk, waktunya bersertifikasi halal! Tapi, kalau kamu butuh bantuan untuk melakukannya, maka bisa berkolaborasi dengan Sa’adah Global, perusahaan yang masih bernaung di bawah ekosistem ExportHub.id (milik PT Usaha Dagang Indonesia).
Dengan berkolaborasi bersama Sa’adah Global, kamu bisa mendapatkan pendampingan dan pengurusan sertifikasi halal. Untuk informasi lebih lanjut, Eksporior bisa menghubungi admin di sini!















